Jejak Sejarah Bangkit di Laut Tidore, Lufu Kie Meriahkan HJT ke-918

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE, – Ritual Lufu Kie kembali digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Tidore (HJT) ke-918 Tahun 2026, Kamis (9/4/2026), di Pelabuhan Kesultanan Tidore.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Ny. Sumiyati Ahmad Laiman dan Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo turut ambil bagian dalam prosesi tersebut. Kegiatan ini juga diikuti oleh unsur Forkopimda serta para bobato Kesultanan Tidore.

Prosesi diawali dengan perjalanan berjalan kaki dari Kadaton Kesultanan yakni Jou Sultan Tidore bersama Jou Boki bersama rombongan menuju dermaga kesultanan. Selanjutnya, rombongan mengelilingi Pulau Tidore menggunakan Juanga (armada tradisional)

Baca Juga :  Pemkot Tidore bersama Bakamla RI Resmi Teken NPHD dan BAST Hibah Lahan

Ritual Lufu Kie sendiri merupakan tradisi yang menggambarkan Formasi armada perang Kesultanan Tidore yang dicetuskan oleh Sultan Saifuddin atau “Jou Kota” pada masa lalu untuk menghadapi Kompeni Belanda.

Dalam pelaksanaannya, satu perahu kesultanan atau kagunga dikawal oleh 12 juanga atau perahu kora-kora yang berasal dari para Sangaji dan Gimalaha, yakni Sangaji Laisa, Sangaji Laho, Gimalaha Tuguiha, Gimalaha Tomayou, Gimalaha Mare, Gimalaha Tongowai, Gimalaha Banawa, Gimalaha Dokiri, Gimalaha Gamtohe, Gimalaha Tomanyili, Gimalaha Tahisa, dan Gimalaha Tomaidi.

Sepanjang pelayaran, dilakukan pembacaan doa oleh imam dan syara bobato Kesultanan Tidore di sejumlah titik. Pada pelaksanaan kali ini, rombongan juga sempat berhenti di depan Keramat Hiri, Ternate, sebelum melanjutkan perjalanan mengelilingi Pulau Tidore.

Baca Juga :  Pemkot Apresiasi Kepada Dandim 1505 Tidore Atas Dedikasinya Selama Bertugas Di Tidore

Ritual ini disambut antusias oleh masyarakat di setiap kelurahan yang dilintasi. Warga tampak memadati pesisir untuk menyaksikan prosesi tersebut.

Selain armada kagunga dan juanga, kegiatan ini juga diikuti oleh simpatisan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat yang menggunakan speedboat.

Ritual Lufu Kie menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Hari Jadi Tidore yang terus dilestarikan sebagai warisan budaya dan sejarah Kesultanan Tidore. (Red)

Berita Terkait

Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Tidore Kepulauan Gelar Sosialisasi dan Simulasi Gempa Bumi di BRI Cabang Soasio
Keterbatasan Anggaran, DPRD Tidore Tetap Maksimalkan Reses di Dapil
Pemkot Tidore Gerak Cepat Kendalikan Inflasi, Wawali Dorong Pemanfaatan Lahan dan 9 Langkah Konkret
DPRD Tidore Desak Penataan Parkir dan Pintu Masuk Pelabuhan Ferry Galala
Sehari Mengabdi, Sekolah Adat Dodara Tanamkan Cinta Lingkungan dan Budaya Sejak Dini
RDP DPRD Tidore Bahas Investasi Bobocabin, Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi
Hari Jadi ke-918, Tidore Didorong Tetap Lestarikan Budaya dan Sejarah
Sultan Tidore Soroti Pemangkasan Anggaran, Minta Keadilan untuk Daerah Maluku Utara
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:06 WIB

Keterbatasan Anggaran, DPRD Tidore Tetap Maksimalkan Reses di Dapil

Kamis, 16 April 2026 - 19:39 WIB

Pemkot Tidore Gerak Cepat Kendalikan Inflasi, Wawali Dorong Pemanfaatan Lahan dan 9 Langkah Konkret

Kamis, 16 April 2026 - 19:28 WIB

DPRD Tidore Desak Penataan Parkir dan Pintu Masuk Pelabuhan Ferry Galala

Kamis, 16 April 2026 - 19:17 WIB

Sehari Mengabdi, Sekolah Adat Dodara Tanamkan Cinta Lingkungan dan Budaya Sejak Dini

Kamis, 16 April 2026 - 13:11 WIB

RDP DPRD Tidore Bahas Investasi Bobocabin, Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Kejari Geledah Kantor KPU Tidore, Sita Ratusan Dokumen dan Satu PC

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:11 WIB