Pelayanan Publik Terpinggirkan, Yayasan Makulila Minta Pemerintah Hadir di Wilayah Tambang

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – Yayasan Makulila Maluku Utara menegaskan bahwa pelayanan publik bagi masyarakat lingkar tambang masih terpinggirkan di tengah derasnya arus investasi pertambangan di provinsi tersebut. Dalam Dialog Publik bertema “Peningkatan Pelayanan Publik yang Inklusif dan Akuntabel di Masyarakat Lingkar Tambang”, lembaga ini meminta pemerintah agar lebih hadir dan memastikan hak-hak dasar warga terpenuhi.

Kegiatan yang digelar di Room 1 Waterboom Ternate, Rabu (5/11/2025), menghadirkan berbagai pihak, termasuk perwakilan Ombudsman Republik Indonesia, akademisi, jurnalis, dan aktivis masyarakat sipil. Forum ini menjadi ruang evaluasi terhadap tata kelola pelayanan publik di wilayah tambang yang dinilai belum berpihak pada masyarakat lokal.

Sekretaris Yayasan Makulila, Muhammad Whildan, menyoroti bahwa banyak warga di sekitar wilayah tambang masih kesulitan mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih, meskipun daerah mereka menjadi penyumbang besar pertumbuhan ekonomi provinsi.

“Selama ini, masyarakat lingkar tambang hanya menjadi penonton dari aktivitas ekonomi besar yang berlangsung di wilayah mereka sendiri. Pemerintah harus hadir untuk memastikan pelayanan publik berjalan adil dan merata,” ujar Whildan.

Baca Juga :  Kelurahan Fobaharu Luncurkan Inovasi “Fo Mapolu” Untuk Generasi Muda Dan Masyarakat.

Ia menegaskan, Yayasan Makulila mendorong pemerintah daerah memperbaiki tata kelola pelayanan publik di wilayah pertambangan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas perusahaan tambang dalam memenuhi tanggung jawab sosialnya.

“Investasi tambang tidak boleh berjalan di atas penderitaan rakyat. Ketika pelayanan publik tidak adil, maka pembangunan kehilangan maknanya,” tambahnya.

Dalam forum yang sama, perwakilan Ombudsman RI, Saputra Malik, menyampaikan bahwa lembaganya menerima banyak laporan masyarakat dan lembaga sipil terkait pelanggaran izin usaha pertambangan di Maluku Utara. Ia menilai banyak perusahaan tidak memenuhi kewajiban Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

“Banyak perusahaan tidak memenuhi kewajiban izin usaha pertambangan. Bahkan ada yang dikelola secara tertutup oleh jaringan keluarga sendiri,” ungkap Saputra.

Saputra juga menyoroti paradoks ekonomi yang terjadi di Maluku Utara. Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 30 persen, kondisi itu tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang.

Baca Juga :  Pemkot Tidore dan Kejari Sosialisasikan Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Tingkat SMP/MTs

“Pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi masih banyak warga kesulitan mencari pekerjaan dan pelayanan publik tidak memadai. Ini ketimpangan yang harus diselesaikan,” tegasnya.

Dialog yang dipandu oleh Ghalim Umabaihi ini menyoroti tiga isu besar yang dihadapi masyarakat lingkar tambang: pencemaran lingkungan, marjinalisasi warga, dan perampasan ruang hidup masyarakat adat. Para peserta sepakat bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan kunci untuk mewujudkan keadilan sosial di daerah penghasil tambang.

Muhammad Whildan menutup forum dengan menegaskan komitmen Yayasan Makulila untuk terus menjadi ruang advokasi dan dialog publik yang memperjuangkan hak-hak warga lingkar tambang.

“Kami tidak menolak investasi, tapi kami menolak ketidakadilan. Pemerintah dan perusahaan harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang layak dan hak mereka terlindungi,” pungkasnya.(Red)

Berita Terkait

Bhayangkari Maluku Utara Gelar Doa Bersama Di HKGB ke-74, Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Zahira Asmal Dari Cape Town Afrika Selatan, Berkunjung ke Ilmu Sejarah FIB Unkhair
Langkah Besar UMMU, Dirut RSIJ Group Dan BPH Kunjungi Kampus, Fakultas Kedokteran (FK) Resmi Dimulai dan FKG Siap Dibuka
Kerja Sama FIB Unkhair dan BPVP Ternate Resmi Terjalin untuk Penguatan Vokasi dan Pelatihan Kerja
FIB Unkhair Gelar Workshop Jurnalistik, Dorong Media Kemahasiswaan yang Kritis dan Humanis
Kejati Malut Edukasi Lurah dan ASN Ternate Selatan Bijak Bermedia Sosial
Kejati Malut Gelar JMS di SMA Islam Ternate, Siswa Diedukasi Cegah Bullying
FIB Unkhair Datangkan Prof Bill Carter Dari Sunshine University Australia
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Bhayangkari Maluku Utara Gelar Doa Bersama Di HKGB ke-74, Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

Rabu, 23 September 2026 - 20:13 WIB

Zahira Asmal Dari Cape Town Afrika Selatan, Berkunjung ke Ilmu Sejarah FIB Unkhair

Sabtu, 5 September 2026 - 06:39 WIB

Langkah Besar UMMU, Dirut RSIJ Group Dan BPH Kunjungi Kampus, Fakultas Kedokteran (FK) Resmi Dimulai dan FKG Siap Dibuka

Jumat, 4 September 2026 - 19:35 WIB

Kerja Sama FIB Unkhair dan BPVP Ternate Resmi Terjalin untuk Penguatan Vokasi dan Pelatihan Kerja

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

FIB Unkhair Gelar Workshop Jurnalistik, Dorong Media Kemahasiswaan yang Kritis dan Humanis

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:10 WIB