Dua Siswa SMKN 1 Tidore Diduga Jadi Korban Pemukulan, Orang Tua Soroti Sikap Sekolah

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Dua siswa kelas X SMK Negeri 1 Tidore, Kota Tidore Kepulauan, berinisial IH (15) dan SK (15), diduga menjadi korban pemukulan oleh seorang siswa kelas XII berinisial MJZ (18), di lingkungan sekolah pada Jumat (16/10/2026), sekitar pukul 11.00 WIT.

Kedua korban yang berasal dari Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, dilaporkan mengalami luka pada telinga kiri. Pihak keluarga menyebut gendang telinga kedua korban pecah dan menyebabkan gangguan pendengaran. Namun, kondisi medis dan dampak jangka panjangnya perlu dipastikan melalui hasil pemeriksaan dokter.

Peristiwa tersebut memicu kekecewaan orang tua korban terhadap pihak sekolah. Mereka menilai penanganan kasus tersebut belum memberikan kejelasan dan meminta adanya tindakan tegas terhadap siswa yang diduga terlibat.

Hairil, orang tua IH, mengatakan pihak keluarga telah mendatangi sekolah untuk mempertanyakan penanganan kasus tersebut. Menurutnya, pihak sekolah menyampaikan bahwa siswa yang diduga terlibat telah dirumahkan. Namun, ia mengaku melihat siswa tersebut masih mengikuti kegiatan sekolah seperti biasa.

Baca Juga :  Sekda Pantau Pelaksanaan Seleksi CPPPK Kota Tikep

“Bagi kami, ini bukan kekerasan biasa. Kekerasan fisik yang mengakibatkan luka dan trauma harus ditangani secara serius. Kewajiban sekolah adalah menangani kasus ini, bukan memaksakan perdamaian,” tegas Hairil.

Ia berharap pihak sekolah memberikan penjelasan terbuka mengenai langkah penanganan yang telah dilakukan serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Sorotan terhadap penanganan kasus ini juga disampaikan Wakil Rektor III Universitas Nuku Tidore, Fadli Dahlan. Ia menilai sekolah memiliki kewajiban untuk menangani dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Fadli merujuk pada Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Menurutnya, sekolah harus memiliki mekanisme penanganan kekerasan dan memastikan korban memperoleh perlindungan.

Baca Juga :  Pemkot Tidore dan Balai Bahasa Bahas Revitalisasi Bahasa Tidore 2026

Ia juga menyoroti dugaan belum tersedianya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di SMK Negeri 1 Tidore. Menurut Fadli, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak sekolah dan instansi pendidikan terkait.

Selain itu, Fadli mengingatkan bahwa dugaan kekerasan terhadap anak dapat diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, sesuai fakta dan hasil pemeriksaan aparat penegak hukum.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan pihak terkait mengevaluasi penanganan kasus tersebut, termasuk memastikan hak dan keselamatan korban terlindungi.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMK Negeri 1 Tidore masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh penjelasan mengenai kronologi kejadian, langkah penanganan sekolah, serta status siswa yang dilaporkan terlibat. (Red)

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMA Negeri 3 Tidore Salurkan 11 Tangki Air Bersih
Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran
Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar
BRI Soa Sio Sosialisasikan Qita by BRI di Universitas Nuku, Permudah Transaksi Digital Mahasiswa
Hadiri Sumpah Pemuda di Tidore, Gubernur Sherly Puji Kreativitas dan Kemandirian Siswa
Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Insan BRILiaN BRI Soasio Gelar Upacara Dengan Penuh Khidmat
Wujud Nyata Komitmen Perlindungan, BRI Soa Sio dan BRI Life Serahkan Klaim Meninggal Dunia Ke Ahli Waris 
BRI Soa Sio Hadirkan Program Spesial Briguna, Tawarkan Bunga Kompetitif hingga Desember 2026
Berita ini 229 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMA Negeri 3 Tidore Salurkan 11 Tangki Air Bersih

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Hadiri Sumpah Pemuda di Tidore, Gubernur Sherly Puji Kreativitas dan Kemandirian Siswa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Insan BRILiaN BRI Soasio Gelar Upacara Dengan Penuh Khidmat

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:10 WIB