Anggota SPN Polda Malut Jadi Korban Pemerasan, 4 Pelaku Ditangkap, 1 Buron

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Empat dari lima pelaku pengroyokan disertai pemerasan terhadap seorang personel SPN Polda Maluku Utara berhasil dibekuk Polresta Tidore Kepulauan. Para pelaku masing-masing berinisial FM (18), RPS (16), IAM (18), dan AWF (18). Sementara satu pelaku lainnya berinisial ES (18) masih dalam pencarian. Dari empat pelaku, RPS diketahui masih berstatus di bawah umur.

Kasat Reskrim Polresta Tidore, AKP Indah Fitria Dewi, SIK menjelaskan kronologis kejadian. Pada Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 03.15 WIT, korban yang merupakan anggota SPN Polda Malut tengah menuju Mako SPN menggunakan sepeda motor. Saat melintas di depan Masjid Tongowai, Kecamatan Tidore Selatan, korban dihadang lima pelaku.

Baca Juga :  Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran

Salah seorang pelaku meminta uang, namun korban menolak. Para pelaku kemudian memeriksa saku korban dan mengambil sebungkus rokok. Tidak puas, mereka memaksa korban membuka bagasi motor namun tidak menemukan barang berharga. Selanjutnya, salah satu pelaku mencoba merampas tas ransel korban. Saat korban mempertahankan, pelaku memukul wajah korban hingga korban terjatuh.

“Korban sempat dipukul berulang kali oleh beberapa pelaku. Bahkan helm korban ditendang dari belakang. Setelah itu, korban melarikan diri ke Mako SPN dan melaporkan kejadian tersebut,” kata Indah dalam konferensi pers, Jumat (3/10/2025).

Baca Juga :  Kuasa Hukum Tegaskan Muhammad Sinen Tak Anti Kritik, Laporan Hukum Bukan Soal Demonstrasi

Setelah mengecek tas ranselnya, korban kehilangan satu unit MacBook Air 13 inci serta dompet berisi KTP, SIM C, kartu BPJS, dan kartu ATM BRI serta Mandiri.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 368 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan tahun. Bagi pelaku yang masih berstatus anak, proses hukum akan mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.(Red)

Berita Terkait

Sat Resnarkoba Polresta Tidore Ungkap Peredaran Ganja, Dua Pemuda Diamankan
Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran
Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar
Delapan Bulan Disidik, Kasus Hibah Pilkada Rp16 Miliar di Tidore Belum Tetapkan Tersangka
Momentum HUT ke-81 Kejaksaan, Kasus TPI Goto Berujung Penahanan Dua Tersangka
Kejari Tidore Lantik Pejabat Baru Kasi Pidsus dan Kasi Pidum
14 Pejabat Utama Polresta Tidore Berganti, Kapolresta Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Presisi
Penyidikan Dana Hibah KPU 2024 Berlanjut, Kejari Tidore Periksa Pihak Ketiga
Berita ini 81 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Sat Resnarkoba Polresta Tidore Ungkap Peredaran Ganja, Dua Pemuda Diamankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Delapan Bulan Disidik, Kasus Hibah Pilkada Rp16 Miliar di Tidore Belum Tetapkan Tersangka

Rabu, 2 September 2026 - 21:39 WIB

Momentum HUT ke-81 Kejaksaan, Kasus TPI Goto Berujung Penahanan Dua Tersangka

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:10 WIB