Sehari Mengabdi, Sekolah Adat Dodara Tanamkan Cinta Lingkungan dan Budaya Sejak Dini

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE, – Komunitas sosial Sekolah Adat Dodara sukses melaksanakan kegiatan “Sehari Mengabdi” dengan tema Membentuk Generasi Tidore yang Cerdas, Peduli Lingkungan, dan Cinta Budaya. Kegiatan ini berlangsung di SDN Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara.

Koordinator Pendidikan Sekolah Adat Dodara, Bayu Sanjaya Kahar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal pengabdian komunitas tersebut di Dusun Talaga Puncak.

“Kegiatan awal kami bersama siswa-siswi SDN Talaga Puncak ini bertujuan untuk pengenalan lingkungan. Kami mengajarkan mereka menjaga dan mencintai lingkungan sekitar, serta memperkenalkan pelestarian budaya, khususnya bahasa daerah Tidore,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Tidore akan Fokuskan Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih dalam Waktu Dekat

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk mengenali dan menjelaskan jenis-jenis sampah menggunakan bahasa Tidore sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.

Bayu berharap, melalui kegiatan ini, siswa-siswi dapat lebih termotivasi untuk belajar tentang lingkungan dan budaya.

“Harapannya, setelah kegiatan ini, siswa-siswi maupun para delegasi semakin semangat dalam mempelajari lingkungan dan budaya,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Sekolah Adat Dodara, M. Yusril Syafar. Ia menilai kegiatan ini menjadi momen penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar kepada generasi muda.

“Kegiatan Sehari Mengabdi ini menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, mengenali jenis-jenis sampah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Tidore sebagai identitas budaya,” jelasnya.

Baca Juga :  Komisi III Temui Kemenpora Bicarakan Pembangunan Fasilitas Olahraga

Menurutnya, pendekatan belajar sambil bermain yang diterapkan dalam kegiatan ini mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi para siswa.

“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi dapat membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, peduli lingkungan, dan bangga terhadap budayanya sendiri,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas gerakan serupa di masa mendatang. (Red)

Berita Terkait

Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Tidore Kepulauan Gelar Sosialisasi dan Simulasi Gempa Bumi di BRI Cabang Soasio
Keterbatasan Anggaran, DPRD Tidore Tetap Maksimalkan Reses di Dapil
Pemkot Tidore Gerak Cepat Kendalikan Inflasi, Wawali Dorong Pemanfaatan Lahan dan 9 Langkah Konkret
DPRD Tidore Desak Penataan Parkir dan Pintu Masuk Pelabuhan Ferry Galala
RDP DPRD Tidore Bahas Investasi Bobocabin, Fokus pada Pertumbuhan Ekonomi
Hari Jadi ke-918, Tidore Didorong Tetap Lestarikan Budaya dan Sejarah
Sultan Tidore Soroti Pemangkasan Anggaran, Minta Keadilan untuk Daerah Maluku Utara
Jejak Sejarah Bangkit di Laut Tidore, Lufu Kie Meriahkan HJT ke-918
Berita ini 25 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 07:56 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Tidore Kepulauan Gelar Sosialisasi dan Simulasi Gempa Bumi di BRI Cabang Soasio

Kamis, 16 April 2026 - 20:06 WIB

Keterbatasan Anggaran, DPRD Tidore Tetap Maksimalkan Reses di Dapil

Kamis, 16 April 2026 - 19:39 WIB

Pemkot Tidore Gerak Cepat Kendalikan Inflasi, Wawali Dorong Pemanfaatan Lahan dan 9 Langkah Konkret

Kamis, 16 April 2026 - 19:28 WIB

DPRD Tidore Desak Penataan Parkir dan Pintu Masuk Pelabuhan Ferry Galala

Kamis, 16 April 2026 - 19:17 WIB

Sehari Mengabdi, Sekolah Adat Dodara Tanamkan Cinta Lingkungan dan Budaya Sejak Dini

Berita Terbaru