TIDORE, – Komunitas sosial Sekolah Adat Dodara sukses melaksanakan kegiatan “Sehari Mengabdi” dengan tema Membentuk Generasi Tidore yang Cerdas, Peduli Lingkungan, dan Cinta Budaya. Kegiatan ini berlangsung di SDN Talaga Puncak, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara.
Koordinator Pendidikan Sekolah Adat Dodara, Bayu Sanjaya Kahar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal pengabdian komunitas tersebut di Dusun Talaga Puncak.
“Kegiatan awal kami bersama siswa-siswi SDN Talaga Puncak ini bertujuan untuk pengenalan lingkungan. Kami mengajarkan mereka menjaga dan mencintai lingkungan sekitar, serta memperkenalkan pelestarian budaya, khususnya bahasa daerah Tidore,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk mengenali dan menjelaskan jenis-jenis sampah menggunakan bahasa Tidore sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
Bayu berharap, melalui kegiatan ini, siswa-siswi dapat lebih termotivasi untuk belajar tentang lingkungan dan budaya.
“Harapannya, setelah kegiatan ini, siswa-siswi maupun para delegasi semakin semangat dalam mempelajari lingkungan dan budaya,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Sekolah Adat Dodara, M. Yusril Syafar. Ia menilai kegiatan ini menjadi momen penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar kepada generasi muda.
“Kegiatan Sehari Mengabdi ini menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, mengenali jenis-jenis sampah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Tidore sebagai identitas budaya,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan belajar sambil bermain yang diterapkan dalam kegiatan ini mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi para siswa.
“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi dapat membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, peduli lingkungan, dan bangga terhadap budayanya sendiri,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas gerakan serupa di masa mendatang. (Red)









