Keluarga Korban Kecewa Sidang 11 Warga Dilaksanakan Di Rutan

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Pelaksanaan Sidang 11 Warga adat Desa Maba Sangaji yang di gelar di Rutan Soasio Kota Tidore Kepulauan, membuat keluarga korban merasa kecewa dan geram lantaran sidang perdana para terdakwa terkesan janggal.

Pasalnya, sesuai jadwal pada sidang perdana pembacaan dakwaan dengan nomor perkara 109/Psd./B/2025/PN Sos dengan JPU Komang Noprizal, semestinya digelar di Pengadilan Negeri Soasio Tidore pukul 10:00 WIT, namun tiba-tiba dialihkan ke Rutan Soasio dan dilakukan secara virtual (online), pada Rabu (6/8/2025).

“Saya ini sudah tiga kali bolak-balik dari pengadilan ke Rutan, tapi petugas di sini (Rutan Soasio) bilang sidang di pengadilan, jadi saya ka sana bale lagi, pas di sana dorang bilang sidang online di rutan. Ini sebenarnya bagimana? Torang hanya ingin baku dapa deng anak saja. Sesulit ini kah? Saya pe anak bukang teroris juga kong susah mo baku dapa,” ungkap Merlin, ibu dari Indra Sadi yang jadi tahanan bersama 10 warga Maba Sangaji lainnya.

Baca Juga :  Turnamen Gawang Sedang Tobololo Cup IV Resmi Dibuka, Wujud Kebersamaan dan Sportivitas Pemuda Oba Tengah

“Saya batunggu sudah tiga jam, tapi lia saya pe anak pe bayangan saja, tara ada,” sambungnya.

Senada dengan Badi yang juga mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap perkara anaknya ini. Padahal, ia bersama istrinya jauh-jauh datang dari Desa Patani hanya untuk menemui dan melepas rindu, lantaran berbulan-bulan terpisah.

“Saya pe anak dan warga lain yang ditahan ini bukan teroris, kenapa dong tara bisa kase baku dapa deng torang. Saya pe anak kalau hari ini dia bunuh orang atau perkosa orang pe anak, mungkin saya so tara buang waktu untuk jauh-jauh ke Tidore, Tapi saya pe anak dia ikut warga adat Maba Sangaji bela dorang orang tua-tua yang peduli deng lingkungan dan hal tanah adat. Saya pe anak dari kuliah di Jogja sudah aktif sebagai aktivis, jadi hal-hal berbau perjuangan umat, dia suka terlibat,” ujar Badi, ayah dari Jamal.

Baca Juga :  Sempat Unggul, BRI Soasio Dipaksa Menyerah 3-4 dari Sofifi Legend

Hingga berita ini ditayangkan, sidang masih diskorsing. Berdasarkan informasi dari Penasehat Hukum 11 warga Desa Maba Sangaji, Maharani Carolina, pihak rutan dan pengadilan masih koordinasi untuk kelanjutan sidang online. (Red)

Berita Terkait

Sempat Unggul, BRI Soasio Dipaksa Menyerah 3-4 dari Sofifi Legend
Momentum HUT ke-81 Kejaksaan, Kasus TPI Goto Berujung Penahanan Dua Tersangka
Workshop Tata Kelola Kesehatan, Pemkot Tidore Siapkan Program Prioritas 2027
Dinas Pendidikan Kota Tidore Perketat Zonasi SPMB, Sekolah Dilarang Rebut Siswa dan Tambah Rombel
Pemkot Tidore Sabet Penghargaan Bergengsi dari Kemendagri
Puzzle Perdamaian Di Rimba Pala Patani
Wali Kota dan Wawali Hadiri Peringatan Haul ke 3 KH. Muhammad Habib Bin Abu Na’im
BRI Cabang Soasio Gelar Program “KASE CERIA” untuk Tingkatkan Kebugaran Karyawan
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Sempat Unggul, BRI Soasio Dipaksa Menyerah 3-4 dari Sofifi Legend

Rabu, 2 September 2026 - 21:39 WIB

Momentum HUT ke-81 Kejaksaan, Kasus TPI Goto Berujung Penahanan Dua Tersangka

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Workshop Tata Kelola Kesehatan, Pemkot Tidore Siapkan Program Prioritas 2027

Senin, 15 Juni 2026 - 06:44 WIB

Dinas Pendidikan Kota Tidore Perketat Zonasi SPMB, Sekolah Dilarang Rebut Siswa dan Tambah Rombel

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:20 WIB

Pemkot Tidore Sabet Penghargaan Bergengsi dari Kemendagri

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:10 WIB