Nifsu Sya’ban Dan Krisis Keheningan Di Zaman Kita

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Irna Hi. Djaim

Alumni Pondok Pesantren Kharisul Khairaat Ome Tidore Maluku Utara

Di Maluku Utara, malam seharusnya menjadi ruang jeda—tempat manusia berhenti dari hiruk pikuk siang dan menata kembali arah batin. Namun, di zaman ini, bahkan malam pun kerap kehilangan sunyinya. Gawai tetap menyala, percakapan tak pernah benar-benar usai, dan manusia terus bergerak tanpa sempat bertanya: ke mana sebenarnya hidup ini diarahkan?

Dalam konteks itulah Nisfu Sya’ban menemukan relevansinya. Bagi seorang alumni Pondok Pesantren Kharisul Khairaat Ome Tidore, malam Nisfu Sya’ban bukan sekadar ritual keagamaan tahunan. Ia adalah momentum koreksi. Sebuah pengingat bahwa sebelum manusia menuntut banyak hal dari hidup, ada kewajiban untuk menilai diri sendiri.

Di pesantren, Nisfu Sya’ban diajarkan sebagai malam evaluasi. Doa dan istighfar bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk membongkar kejujuran batin: tentang iman yang mulai longgar, niat yang kerap bergeser, dan kesalehan yang kadang berhenti pada simbol. Nilai ini terasa semakin penting ketika dibawa ke ruang sosial hari ini, yang sering kali menilai seseorang dari tampilan luar, bukan dari integritasnya.

Baca Juga :  Kota Tidore Masuk Jajaran Teratas SPI Malut, KPK Undang Wali Kota ke Puncak Hakordia 2025

Masyarakat modern—termasuk kita di daerah—tengah menghadapi krisis keheningan. Semua serba cepat, serba ditampilkan, serba ditanggapi. Akibatnya, refleksi menjadi barang langka. Banyak orang sibuk membangun citra, tetapi abai membangun karakter. Banyak yang lantang bicara moral, namun enggan memulai dari perbaikan diri.

Nisfu Sya’ban datang sebagai kritik diam-diam terhadap keadaan itu. Ia menegaskan bahwa keberagamaan tidak cukup dirayakan, tetapi harus dirasakan dan diwujudkan. Bahwa tobat bukan sekadar ucapan, melainkan keberanian untuk berubah. Dan bahwa iman yang tidak memengaruhi sikap hidup hanya akan menjadi identitas kosong.

Baca Juga :  Prof Liontine Visser Beri Kuliah Umum di Prodi Ilmu Sejarah Unkhair

Bagi generasi muda Maluku Utara, pesan Nisfu Sya’ban seharusnya dibaca lebih serius. Modernisasi tidak boleh menjauhkan manusia dari akar nilai. Pendidikan tinggi, akses digital, dan kemajuan ekonomi kehilangan makna jika tidak diiringi dengan tanggung jawab moral. Di sinilah peran refleksi keagamaan menjadi krusial—bukan untuk menghakimi zaman, tetapi untuk meluruskannya.

Nisfu Sya’ban seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni malam pertengahan bulan. Ia mesti dimaknai sebagai alarm sosial: bahwa masyarakat yang sehat bukan hanya yang maju secara fisik, tetapi juga yang mampu bercermin dan mengoreksi diri. Tanpa refleksi, pembangunan akan berjalan cepat namun kehilangan arah.

Di tengah Maluku Utara yang terus bergerak, Nisfu Sya’ban mengingatkan satu hal mendasar—bahwa sebelum melangkah lebih jauh, manusia perlu memastikan ia masih berjalan di jalan yang benar.(***)

 

Berita Terkait

Sambut Hari Sumpah Pemuda ke-98, SDIT Citra Ummat Gelar Lomba Dan Pentas Seni
Wacana Murid Tidak Otomatis Naik Kelas pada 2027: Antara Mutu Pendidikan, Keadilan, dan Tanggung Jawab Pemerintah
1.000 Mahasiswa Baru UMMU Ikuti P2KK, Siap Dibentuk Jadi Generasi Berdaya Saing
Dies ke-27 FIB Unkhair; Siap Hadirkan Artist Rama Arif dan Luncurkan Empat Buku Dosen
Perkuat Dukungan Pendirian FKG dan Catur Dharma Perguruan Tinggi: UMMU dan Klinik Gigi Mustika Dental Care (MDC) Ternate, Teken MoU
Outing Class Kelas VI SDIT Citra Ummat, Belajar Sejarah Kedatangan Bangsa Asing di Benteng Tahula
Sekolah Adat Dodara Gelar Sehari Mengabdi di SD Maregam, Tanamkan Cinta Budaya dan Peduli Lingkungan
Kenaikan Harga BBM, Melemahnya Nilai Rupiah, serta Program MBG dan Koperasi Merah Putih : Tantangan Besar bagi Perekonomian dan Keuangan Negara
Berita ini 87 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:28 WIB

Sambut Hari Sumpah Pemuda ke-98, SDIT Citra Ummat Gelar Lomba Dan Pentas Seni

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Wacana Murid Tidak Otomatis Naik Kelas pada 2027: Antara Mutu Pendidikan, Keadilan, dan Tanggung Jawab Pemerintah

Jumat, 11 September 2026 - 21:32 WIB

1.000 Mahasiswa Baru UMMU Ikuti P2KK, Siap Dibentuk Jadi Generasi Berdaya Saing

Kamis, 10 September 2026 - 07:02 WIB

Dies ke-27 FIB Unkhair; Siap Hadirkan Artist Rama Arif dan Luncurkan Empat Buku Dosen

Rabu, 9 September 2026 - 12:44 WIB

Perkuat Dukungan Pendirian FKG dan Catur Dharma Perguruan Tinggi: UMMU dan Klinik Gigi Mustika Dental Care (MDC) Ternate, Teken MoU

Berita Terbaru