DPRD Tidore Serukan Aksi Bersama Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE — Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tidore Kepulauan dinilai sudah mengkhawatirkan dan tak bisa lagi dianggap remeh. DPRD Kota Tidore Kepulauan menegaskan perlunya penanganan lintas sektor agar penanganannya tidak dilakukan secara parsial.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ardiansyah Fauji, dalam rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan Forum Study Perempuan (Fospar) Maluku Utara, Senin, 27 Oktober 2025 di Gedung DPRD Tidore.

Rapat tersebut difokuskan pada penyusunan roadmap perlindungan perempuan dan anak yang terintegrasi. Fospar Maluku Utara, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendampingan korban, ditetapkan sebagai mitra strategis dalam upaya kolaboratif ini.

Baca Juga :  Wawali Hadiri Baksos Dalam Memeriahkan Hut Ibi

“Penanganannya harus melibatkan berbagai pihak lintas sektor, baik pemerintah maupun organisasi non-pemerintah, karena persoalan ini menyangkut aspek sosial, hukum, dan kesehatan,” ujar Ardiansyah.

Ia menekankan, pembahasan kali ini tidak hanya berhenti pada laporan statistik tahunan, melainkan untuk menggali akar masalah agar program perlindungan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Pembahasan kita hari ini bukan sekadar membaca angka-angka kekerasan, tetapi mencari solusi mendasar agar penanganannya bisa lebih komprehensif,” tegasnya.

Baca Juga :  Sehari Mengabdi, Sekolah Adat Dodara Tanamkan Cinta Lingkungan dan Budaya Sejak Dini

Ardiansyah yang juga Ketua Askot PSSI Kota Tidore menambahkan, DPRD akan mengawal komitmen bersama agar setiap kasus kekerasan dapat ditangani secara cepat dan menyeluruh.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah problem serius. Kami ingin memastikan Tidore menjadi kota yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh warganya,” ujarnya.

Komisi III berharap sinergi lintas sektor ini menjadi langkah awal gerakan massif untuk menekan angka kekerasan hingga mencapai zero violence, dan menjadikan Tidore Kepulauan sebagai kota percontohan bebas kekerasan terhadap perempuan dan anak.(Red)

Berita Terkait

Pemkot Tidore Raih Peringkat II Skor Arsip ASN di Wilayah Kanreg XI BKN
Wali Kota Tidore Minta ASN Jadi Teladan dalam Pembatasan Aktivitas Jumat dan Penilaian Adipura
Pemkot Tidore Dorong Pelestarian Naskah Kuno, Perkuat Identitas Kota Budaya
Sambut Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI, Wali Kota Tidore Instruksikan Seluruh OPD untuk Memberikan Dukungan
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMA Negeri 3 Tidore Salurkan 11 Tangki Air Bersih
Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran
Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar
BRI Soa Sio Sosialisasikan Qita by BRI di Universitas Nuku, Permudah Transaksi Digital Mahasiswa
Berita ini 46 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:40 WIB

Pemkot Tidore Raih Peringkat II Skor Arsip ASN di Wilayah Kanreg XI BKN

Selasa, 3 November 2026 - 05:34 WIB

Wali Kota Tidore Minta ASN Jadi Teladan dalam Pembatasan Aktivitas Jumat dan Penilaian Adipura

Selasa, 3 November 2026 - 05:27 WIB

Pemkot Tidore Dorong Pelestarian Naskah Kuno, Perkuat Identitas Kota Budaya

Selasa, 3 November 2026 - 05:22 WIB

Sambut Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI, Wali Kota Tidore Instruksikan Seluruh OPD untuk Memberikan Dukungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMA Negeri 3 Tidore Salurkan 11 Tangki Air Bersih

Berita Terbaru