TIDORE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun (Unkhair) berkolaborasi dengan Pemuda Kelurahan Gamtufkange menggelar Festival Budaya dan Desa Wisata Kelurahan Gamtufkange 2026 melalui program PESONA (Pekan Edukasi, Sportivitas, dan Kreasi Warga).
Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Kelurahan Gamtufkange yang Kreatif Berbasis Kearifan Lokal” itu dibuka secara resmi oleh Lurah Gamtufkange, Hasanuddin Ismail, di Aula Kelurahan Gamtufkange, Minggu (12/7/2026).
Dalam sambutannya, Hasanuddin Ismail menyampaikan bahwa program PESONA merupakan langkah nyata dalam memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta kreativitas masyarakat di Kelurahan Gamtufkange.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap potensi lokal semakin dikenal, meningkatkan semangat gotong royong, mempererat persatuan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Hasanuddin juga berharap seluruh rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 12 Juli hingga 23 Juli 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan tertib.
“Saya mengharapkan kepada seluruh warga Kelurahan Gamtufkange untuk bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan agar kegiatan ini dapat berlangsung sesuai harapan dan tetap dalam kondisi kondusif,” tambahnya.
Selain itu, ia berpesan kepada mahasiswa KKN agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat dan meninggalkan program-program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi Kelurahan Gamtufkange.
Sementara itu, Koordinator KKN, Arwan Arsad, mengatakan bahwa Kelurahan Gamtufkange memiliki posisi strategis di pusat Kota Tidore Kepulauan yang kaya akan nilai sejarah, tradisi kesultanan, dan potensi ekonomi kreatif.
“Festival ini diselenggarakan sebagai langkah nyata kami, mahasiswa KKN, pemuda, dan masyarakat Gamtufkange, untuk melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mendorong transformasi Gamtufkange sebagai salah satu pilar kelurahan yang kreatif dan berbasis kearifan lokal,” jelasnya.
Menurut Arwan, melalui festival tersebut, pihaknya ingin memastikan nilai gotong royong, adat istiadat, dan kesenian tradisional di Kelurahan Gamtufkange tetap hidup, lestari, dan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Festival Budaya dan Desa Wisata Kelurahan Gamtufkange 2026 menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan potensi budaya, kreativitas, serta produk ekonomi kreatif lokal, sekaligus memperkuat identitas Gamtufkange sebagai destinasi wisata berbasis budaya di Kota Tidore Kepulauan. (Red)








