Komunitas Lingkungan Dorong Bank Sampah Aktif di Setiap Kelurahan Tidore

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Sekolah Adat Dodara menggelar dialog publik bertajuk “Perubahan Lingkungan dan Masa Depan Tidore” di Cafe Titik Temu, Kelurahan Gamtufkange, Kecamatan Tidore, Jumat (6/2/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi lintas sektor dalam merespons persoalan lingkungan yang kian kompleks di Kota Tidore Kepulauan.

Dialog yang dipimpin Ketua Sekolah Adat Dodara, Syafril Idrus, menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah komunitas peduli lingkungan.

Perwakilan Komunitas Plastic Ranger, Ahmad Fathanah, menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang dinilai belum berjalan optimal. Ia mendorong DLH agar mengaktifkan pengelolaan bank sampah di setiap kelurahan dan desa sebagai langkah strategis menangani persoalan sampah dari tingkat terbawah.

Menurut Ahmad, jika persoalan persampahan sepenuhnya dibebankan kepada DLH, maka tidak akan tertangani secara maksimal. Oleh karena itu, kewenangan pengelolaan bank sampah perlu didistribusikan hingga ke kelurahan dan desa.

Baca Juga :  Pimpin Apel Gabungan Perdana Pasca Libur Idul Adha, Wawali Tidore Ajak OPD Bijak Gunakan Anggaran

“Saya melihat pengelolaan bank sampah masih bertumpu di DLH. Seharusnya kewenangan ini bisa didistribusikan ke kelurahan dan desa agar pengelolaannya lebih efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran DLH cukup pada penyediaan fasilitas pendukung agar kelurahan dan desa tidak mengalami kendala teknis. Menurutnya, kelurahan dan desa merupakan ujung tombak pemerintah daerah dalam menghadapi dampak perubahan lingkungan.

Hal senada disampaikan Ketua Komunitas Eks Adventure, M. Yusril Safar. Ia menyoroti masih banyaknya sampah di kawasan puncak Gunung Kie Matubu serta di sejumlah kelurahan penyangga seperti Gurabunga, Topo, dan Lada Ake.

Yusril menyarankan agar DLH Kota Tidore Kepulauan dapat berkoordinasi dengan Kesultanan Tidore untuk melahirkan regulasi khusus bagi para pendaki Gunung Kie Matubu.

“Kami berharap ada regulasi atau penanda yang jelas agar para pendaki memahami larangan-larangan yang harus dipatuhi saat mendaki Gunung Tidore,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DLH Kota Tidore Kepulauan, Fitrah M. Fadli Manggis, mengakui bahwa persoalan persampahan masih menjadi masalah mendesak dan belum sepenuhnya dapat ditangani oleh DLH, terutama karena keterbatasan fasilitas.

Baca Juga :  Asn Dan PPPK Diminta Kerjasama Jalankan Program Pemerintah Kota Tidore Kepulauan

Ia menjelaskan, saat ini DLH masih menerapkan tiga sistem pelayanan persampahan, yakni pengangkutan langsung dari rumah ke rumah, penggunaan kontainer di sejumlah kelurahan, serta pengangkutan langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami belum mampu menjangkau seluruh wilayah secara optimal, namun tetap berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Fitrah mengapresiasi dialog yang digagas Sekolah Adat Dodara karena membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan komunitas peduli lingkungan. Ia berharap ke depan bank sampah dapat lebih aktif melalui sinergi bersama.

Terkait usulan regulasi pendakian Gunung Kie Matubu, Fitrah menyatakan akan menyampaikannya kepada Kepala DLH Kota Tidore Kepulauan untuk ditindaklanjuti. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah memiliki peraturan daerah tentang persampahan, namun belum tersosialisasi secara maksimal.

“Kami sudah memiliki perda tentang persampahan, tetapi belum tersosialisasi secara luas sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sanksi pelanggaran,” pungkasnya.(Red)

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMA Negeri 3 Tidore Salurkan 11 Tangki Air Bersih
Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran
Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar
BRI Soa Sio Sosialisasikan Qita by BRI di Universitas Nuku, Permudah Transaksi Digital Mahasiswa
Hadiri Sumpah Pemuda di Tidore, Gubernur Sherly Puji Kreativitas dan Kemandirian Siswa
Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Insan BRILiaN BRI Soasio Gelar Upacara Dengan Penuh Khidmat
Wujud Nyata Komitmen Perlindungan, BRI Soa Sio dan BRI Life Serahkan Klaim Meninggal Dunia Ke Ahli Waris 
BRI Soa Sio Hadirkan Program Spesial Briguna, Tawarkan Bunga Kompetitif hingga Desember 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, SMA Negeri 3 Tidore Salurkan 11 Tangki Air Bersih

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Hadiri Sumpah Pemuda di Tidore, Gubernur Sherly Puji Kreativitas dan Kemandirian Siswa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Insan BRILiaN BRI Soasio Gelar Upacara Dengan Penuh Khidmat

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:10 WIB