TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, secara resmi membuka Art Performance Legu-Legu 2.0 Tahun 2026 yang diselenggarakan Sanggar Seni Rauparada di kawasan wisata Pantai Tugulufa, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan dan melestarikan seni budaya daerah, khususnya tarian tradisional Legu-Legu.
Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk para peserta yang telah mempersiapkan diri untuk menampilkan kemampuan dan kecintaan mereka terhadap seni budaya lokal.
Ia mengatakan, lomba tarian tradisional Legu-Legu merupakan kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya yang memiliki nilai historis dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.
“Setiap gerakan, irama, dan penampilan yang disajikan hendaknya menjadi pengingat akan kekayaan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Ahmad Laiman berharap melalui Art Performance Legu-Legu 2.0, akan lahir karya-karya tari yang inovatif, menarik, dan membanggakan tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi sumber inspirasinya.
Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan kreativitas agar seni tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi perkembangan seni budaya di Kota Tidore Kepulauan.
“Semoga kegiatan ini dapat melahirkan talenta-talenta seni yang membanggakan, memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah. Mari kita lestarikan tradisi, kembangkan kreativitas, dan wariskan kebudayaan dengan penuh kebanggaan kepada generasi penerus,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Zulkifli Ohorella, dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan Art Performance Legu-Legu 2.0 Tahun 2026 bertujuan merawat, melestarikan, dan mengembangkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya lokal.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi bagi para seniman muda untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi, serta memperoleh kesempatan tampil di hadapan masyarakat.
Zulkifli menjelaskan, kegiatan ini mendapat dukungan dari program Dana Indonesia Raya Tahun 2026. Pesertanya berasal dari kalangan siswa tingkat SD, SMP, SMA/SMK sederajat, serta komunitas sanggar seni di Kota Tidore Kepulauan.
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan seni budaya daerah sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kecintaan terhadap warisan leluhur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II DPRD Kota Tidore Kepulauan Ridwan Moh. Yamin, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tidore Kepulauan, para asisten Sekda, staf ahli wali kota, pimpinan OPD, camat, dan lurah. (Red)








