TIDORE, – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan, Muis A. Husain, menjelaskan penyebab terhambatnya pelayanan pengangkutan sampah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut Muis, keterlambatan tersebut disebabkan oleh kosongnya stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite yang digunakan untuk operasional armada pengangkut sampah.
“Hal itu terjadi karena masih menunggu stok BBM Dexlite,” ujar Muis saat dikonfirmasi, Senin (23/6).
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tidore Kepulauan itu mengatakan, pihaknya masih menunggu suplai Dexlite dari agen penyedia. Namun, berdasarkan hasil koordinasi, pihak penyedia meminta agar beberapa kewajiban terlebih dahulu diselesaikan sebelum penyaluran BBM dilakukan.
“Karena pihak penyedia stok dexlite masih berada di luar daerah. Kami masih menunggu beliau kembali agar bisa melakukan pertemuan dan menyelesaikan administrasi yang diperlukan sehingga suplai Dexlite dapat kembali berjalan,” jelasnya.
Muis juga membantah isu yang menyebut keterlambatan pengangkutan sampah disebabkan oleh kekosongan anggaran. Ia menegaskan bahwa anggaran untuk pembelian BBM tersedia dan saat ini sedang dalam proses pencairan.
“Anggaran ada. Kami sedang melakukan pencairan, tetapi masih menunggu penyedia kembali untuk penandatanganan, penyelesaian administrasi,” katanya.
Akibat keterlambatan pasokan BBM tersebut, sampah di sejumlah titik, baik di kelurahan, pasar maupun terminal, belum dapat diangkut selama kurang lebih dua pekan terakhir.
Meski demikian, Muis berharap pelayanan pengangkutan sampah dapat segera kembali normal dalam waktu dekat.
“Insya Allah, secepatnya pelayanan bisa kembali normal,” pungkasnya. (Red)








