TIDORE, – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Soasio, Kota Tidore Kepulauan, menegaskan bahwa sejumlah pemadaman listrik yang terjadi di Pulau Tidore dalam beberapa waktu terakhir murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem dan gangguan alam, bukan karena adanya pemadaman bergilir.
Kepala PLN ULP Soasio, Sitra Dewi, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di Pulau Tidore saat ini telah terinterkoneksi dengan sistem kelistrikan Ternate dan mendapat pasokan daya dari PLTU Rum serta PLMG Kastela.
Menurutnya, dengan sistem interkoneksi tersebut, ketersediaan daya listrik di wilayah Tidore berada dalam kondisi surplus sehingga kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
“Pasokan daya untuk Pulau Tidore saat ini sangat mencukupi. Jadi pemadaman yang terjadi bukan karena kekurangan daya atau pemadaman bergilir, melainkan akibat gangguan pada jaringan yang dipicu faktor cuaca,” ujar Sitra.
Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama gangguan listrik adalah tingginya vegetasi atau pepohonan yang berada di sekitar jalur jaringan listrik. Saat hujan lebat disertai angin kencang, dahan maupun pucuk pohon milik warga seperti mangga, jambu, dan kelapa kerap menyentuh kabel jaringan udara.
Kondisi tersebut dapat memicu hubungan arus pendek (korsleting) yang mengakibatkan sistem proteksi bekerja secara otomatis untuk memutus aliran listrik demi menjaga keamanan jaringan.
Selain gangguan akibat pohon, PLN juga mencatat adanya pemadaman total (blackout) yang sempat terjadi akibat sambaran petir yang merusak komponen arrester di sekitar kawasan Pasar
Dalam proses penanganan gangguan, petugas PLN di lapangan juga menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah panjangnya jalur jaringan listrik dari Rum hingga Tongowai yang mengharuskan petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menemukan titik gangguan.
“Petugas harus menyisir jaringan dari tiang ke tiang untuk memastikan lokasi gangguan. Proses ini membutuhkan waktu, terutama saat kondisi cuaca masih kurang bersahabat,” katanya.
PLN juga mengaku sering mengalami kendala dalam memperoleh izin dari masyarakat untuk melakukan pemangkasan atau penebangan pohon produktif yang berada terlalu dekat dengan jaringan listrik.
Untuk mengurangi potensi gangguan ke depan, PLN telah menjadwalkan pemeliharaan jaringan secara berkala. Kegiatan tersebut meliputi pemangkasan ruang bebas (right of way/ROW) pohon di sepanjang Feeder Tahua mulai dari kawasan Rumbai Bunga hingga Tosa, serta perawatan terminasi jaringan di kawasan Giheru.
PLN mengimbau masyarakat agar mendukung upaya pemeliharaan jaringan dengan memberikan izin pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.
Selain itu, PLN memastikan setiap kegiatan pemadaman terencana untuk keperluan pemeliharaan selalu disampaikan terlebih dahulu kepada masyarakat melalui grup koordinasi di tingkat kelurahan.
“Jika ada pemadaman yang direncanakan untuk pemeliharaan, kami selalu menyampaikan informasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama warga dapat membantu menjaga keandalan pasokan listrik di Pulau Tidore,” tutup Sitra Dewi. (Red)








