TIDORE, – PT PLN (Persero) ULP Soasio mengimbau masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas di sekitar jaringan listrik tegangan menengah (TM). Imbauan tersebut disampaikan guna mencegah terjadinya kecelakaan akibat sengatan listrik maupun gangguan pasokan listrik yang dapat menyebabkan pemadaman.
Kepala PLN ULP Soasio, Sitra Dewi, mengatakan pemasangan bendera, umbul-umbul, maupun baliho dalam rangka euforia Piala Dunia 2026 dan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia harus memperhatikan jarak aman dari jaringan listrik.
Menurutnya, seluruh atribut yang dipasang masyarakat wajib berada pada jarak minimal tiga meter di bawah kabel jaringan tegangan menengah. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak memanfaatkan tiang listrik sebagai tempat mengikat atau menempelkan tiang bendera karena berpotensi menimbulkan korsleting dan membahayakan keselamatan.
“Warga juga dilarang keras memanfaatkan tiang listrik sebagai media untuk mengikat atau menempelkan tiang bendera karena memiliki risiko tinggi memicu korsleting listrik,” ujar Sitra Dewi saat dikonfirmasi.
PLN juga menyoroti aktivitas bermain layang-layang yang marak terjadi saat musim angin. Penggunaan benang gelasan dinilai sangat berbahaya apabila layangan putus dan tersangkut pada jaringan listrik.
Sitra menjelaskan, gesekan antar-kabel maupun tarikan pada benang yang tersangkut dapat menyebabkan gangguan listrik yang sulit ditangani, terutama pada malam hari. Kondisi tersebut juga berisiko menimbulkan sengatan listrik yang mengancam keselamatan anak-anak.
“Gesekan antar-kabel atau tarikan langsung pada benang yang tersangkut tidak hanya memicu gangguan listrik yang sulit dilokalisasi pada malam hari, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa anak-anak akibat sengatan listrik,” tegasnya.
Selain aktivitas masyarakat, PLN juga mengingatkan adanya potensi gangguan akibat faktor alam, terutama pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik. Dalam setahun terakhir, tercatat beberapa kejadian pohon tumbang yang berdampak pada terganggunya pasokan listrik di sejumlah wilayah.
Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan sendiri apabila menemukan pohon roboh yang menimpa kabel listrik. Warga diharapkan segera melaporkan kejadian tersebut kepada PLN agar petugas dapat terlebih dahulu memadamkan aliran listrik sebelum proses evakuasi dilakukan.
“Terkait hal tersebut, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri seperti langsung memotong atau menarik pohon yang roboh mengenai kabel. Segera laporkan ke PLN agar aliran listrik dapat dipadamkan terlebih dahulu demi keselamatan sebelum dilakukan evakuasi bersama,” katanya.
Sitra menambahkan, PLN selama ini telah melakukan berbagai upaya edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui video animasi yang disebarkan melalui pemerintah kelurahan dan grup media sosial warga. Namun demikian, edukasi secara langsung dan masif masih diperlukan agar kesadaran masyarakat terhadap bahaya listrik semakin meningkat.
PLN berharap masyarakat dapat lebih disiplin menjaga jarak aman dari jaringan listrik demi keselamatan bersama serta menjaga keandalan pasokan listrik di Kota Tidore Kepulauan. (Red)








