TIDORE, – Workshop Tradisi Sastra Lisan Kabata yang didukung oleh Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI Maluku Utara resmi dibuka pada Jumat, 21 November 2025. Pembukaan kegiatan yang berlangsung hingga 23 November 2025 ini diwakili oleh perwakilan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI, Hajar Djafar.
Penanggung jawab kegiatan, Ridwan Ibrahim, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan upaya menjaga dan melestarikan tradisi sastra lisan, khususnya kabata, yang kini hampir punah. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang dapat melantunkan kabata dengan baik. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta dari berbagai kalangan.
Tokoh adat, Haji Abdullah Husain, yang juga menjadi narasumber, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Ia berharap para peserta dapat menyimak materi dengan baik dan mempraktikkan lantunan kabata secara benar agar tradisi ini tidak hilang ditelan zaman.
Sementara itu, perwakilan Kepala BPK Wilayah XXI Maluku Utara, Hajar Djafar, menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku, penggiat, dan pemerhati budaya untuk melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian kebudayaan di berbagai daerah.
Workshop ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Haji Abdullah Husain selaku tokoh adat, Sehat M. Jen sebagai pelantun kabata, dan Ruaeda Abubakar, S.S., M.Si sebagai pemerhati seni. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Gurabunga bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Gurabunga, serta perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan. (Red)








