Kejari Perpanjang Masa Penahanan Empat Tersangka

- Jurnalis

Rabu, 19 Februari 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tidore Kepauan reami memperpanjang masa penahanan 4 tersangka kasus pembangunan gedung Puskesmas Galala, kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Tidore, Alexander Maradentua mengatakan, masa penahanan para tersangka diperpanjang selama 40 hari ke depan. Perpanjangan ini berdasarkan surat perintah Kepala Kejari Tidore.

“Penahanan Terhitung sejak 24 Februari hingga 4 April 2025 di Rutan kelas II B Soasio, penahanan ini untuk kami lengkapi berkas,” ujarnya kepada wartawan di kantor Kejari Tidore, Selasa (18/2/2025).

Sebelumnya, Kejari Tidore telah menahan tersangka selama 20 hari, dari 3 – 23 Februari 2025 di Rutan kelas II B Soasio, Tidore.

Menurut Alex, perpanjangan masa tahanan ini lantaran penyidik masih melakukan proses penyidikan. Selain itu penyidik juga tengah melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Alasan perpanjangan sendiri karena kami masih sedang melakukan rangkaian proses penyidikan. Dan kami juga sedang mempersiapkan pemberkasan untuk segera kami limpahkan ke penuntut umum,” katanya.

Ia menambahkan, berkas perkara yang disiapkan penyidik selanjutnya akan diteliti oleh JPU sebelum dinyatakan berkas tersebut lengkap.

Baca Juga :  Penasehat Hukum Bakal Ajukan  Keberatan Ke Pengadilan Tinggi Terkait Pemindahan Lokasi Sidang

Namun kata Alex, jika pemberkasannya belum selesai hingga masa penahanan 40 hari berakhir, pihaknya masih bisa melakukan perpanjangan penahanan lagi dengan mengacu pada izin dari ketua pengadilan negeri.

“Tapi kami sedang memaksimalkan dalam jangka waktu 40 hari ini, semoga sudah bisa rampung berkas tahap I dan juga dinyatakan lengkap oleh penuntut umum,” ucapnya.

Terkait dengan kapan rencana mulai dilakukan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Alex mengaku belum bisa dipastikan.

“Dalam persidangan ini kita bersinergi dulu dengan penuntut umum. Dalam artian supaya apa yang diperlukan penuntut umum kita sudah siapkan. Untuk pelimpahannya ke persidangan saya rasa penyelesaian tahap II terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dalam menelusuri kasus Puskesmas Galala ini, pihaknya pasti melihat semua aspek yang berkaitan. Tentunya kata dia, dengan memperhatikan kaidah-kaidah hukum beracara yang berlaku.

“Kita melihat semua. Kalau ada bukti permulaan yang cukup menurut tim penyidik itu mengarah atau bisa dimintai pertanggungjawaban pidananya seperti itu,” katanya.

Baca Juga :  Merefleksikan Hari Guru Nasional : Momentum Menguatkan Profesionalisme Guru di Maluku Utara

Dalam penanganan kasus Puskesmas Galala ini, Alex mengimbau agar pihak keluarga atau kerabat tersangka tidak tertipu oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan penyidik atau Kejari Tidore untuk meminta uang dan sebagainya.

Pihaknya kata dia, tidak meminta apapun kepada tersangka maupun keluarganya, kecuali meminta pengembalian kerugian negara sebagaimana hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kami tidak meminta uang atau imbalan apapun dari tersangka atau pihak keluarga. Jangan tertipu oleh pihak yang mengatasnamakan kami. Silakan sampaikan jika ada seperti itu,” katanya.

Berdasarkan audit BPKP, kerugian negara pada proyek pembangunan Puskesmas Galala mencapai Rp1.373.244.204. Proyek ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan pada tahun 2022 dengan nilai kontrak Rp9,4 miliar. Rekanan yang mengerjakan proyek tersebut yaitu CV Alfa Pratama.

Tim penyidik Kejari Tidore telah menetapkan 4 tersangka diantaranya AMD selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore, AM sebagai PPK, YS sebagai PPTK dan SYM selaku rekanan.(Oiii).

Berita Terkait

Sat Resnarkoba Polresta Tidore Ungkap Peredaran Ganja, Dua Pemuda Diamankan
Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran
Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar
Delapan Bulan Disidik, Kasus Hibah Pilkada Rp16 Miliar di Tidore Belum Tetapkan Tersangka
Momentum HUT ke-81 Kejaksaan, Kasus TPI Goto Berujung Penahanan Dua Tersangka
Kejari Tidore Lantik Pejabat Baru Kasi Pidsus dan Kasi Pidum
14 Pejabat Utama Polresta Tidore Berganti, Kapolresta Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Presisi
Penyidikan Dana Hibah KPU 2024 Berlanjut, Kejari Tidore Periksa Pihak Ketiga
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Sat Resnarkoba Polresta Tidore Ungkap Peredaran Ganja, Dua Pemuda Diamankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Hari Keempat Operasi Patuh Kie Raha, Satlantas Tidore Catat 18 Pelanggaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Delapan Bulan Disidik, Kasus Hibah Pilkada Rp16 Miliar di Tidore Belum Tetapkan Tersangka

Rabu, 2 September 2026 - 21:39 WIB

Momentum HUT ke-81 Kejaksaan, Kasus TPI Goto Berujung Penahanan Dua Tersangka

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Operasi Patuh Kie Raha 2026: ASN Diminta Jadi Teladan, Bukan Pelanggar

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:10 WIB